Skip to main content


NAMA : Muhammad Syarif arifin
NIM/JURUSAN : 134411036 / Tasawuf & Psikoterapi
JUDUL : “krisis spiritual di era digital"


LATAR BELAKANG MASAlAH :

1.kini Masalah dunia maya adalah bukan lagi menjadi masalah maya yang  berada di dinding akun masing-masing, sehingga setiap individu memiliki hak membuat status di setiap akunya masing. Dengan  menggunakan ideologi yang setinggi-tingginya dengan toleransi yang seminim-minimnya, sehingga muncul saling menyalahkan atau membenarkan tanpa dasar kemanusiaan, dengan tidak melihat cerita dibalik postingan yang beredar akhirnya muncul masyarakat yang aktif didunia silat lidah di dunia maya, dan pasif di dunia nyata. Hal ini mengurangi waktu kita untuk melakukan hal yang nyata.
          2. Hanya ada satu jalan, pelenyapan ego palsu ke dalam ego sejati, yang mengangkat
ego yang fana' menuju keabadian, tempat segala kesempurnaan.
Semua orang yang menyadari rahasia hidup akan memahami bahwa hidup itu
adalah satu, namun memuat dua aspek. Pertama, imortal, meliputi, dan hening dan
yang kedua adalah mortal, aktif dan maujud dalam keragaman. Keberadaan jiwa dari
aspek pertama menjadi tertipu, tak berdaya dan terperangkap dalam pengalaman
hidup yang bersentuhan dengan pikiran dan tubuh. Angan-angan akan membuat
manusia tak berdaya, terperangkap, dan teralienasi. Ini adalah tragedi kehidupan yang
membuat manusia dari berbagai kalangan akan terus menerus dilanda kekecewaaan
dan terus menerus mencari sesuatu yang tidak ia ketahui.66
Fenomena keterasingan, ketakberdayaan, dan ketakbermaknaan hidup yang
telah menghinggapi hampir seluruh manusia yang larut dalam gemuruh ego hawa
nafsunya, membuat para sufi yang mengetahui akan dirinya mengambil jalan lain.
Para sufi karena menyadari hal ini kemudian mengambil jalan fana' dan dengan
Sulesana Volume 9 Nomor 2 Tahun 2014
bimbingan guru (mursyid) menemukan akhir dari perjalanannya yang sesungguhnya
adalah tujuan finalnya. Seperti dikatakan oleh Iqbal, "Aku mengembara mencari diriku
sendiri, akulah pengembara dan akulah tujuan".67
2. toleransi membutuhkan kesabaran, dan kesabaran membutuhkan kecerdasan kenapa kita harus sabar,

2. RUMUSAN MASALAH :
1. self problem kehidupan di dunia MAYA
2. solusi tasawuf teori DR. Muhayya


ASPEK KEBAHARUAN :


URGENSI TASAWUF DALAM KEHIDUPAN MODERN (TELAAH ATAS PEMIKIRAN TASAWUF HAMKA

PERAN TASAWUF DALAM MENGHADAPI KRISIS SPIRITUAL MANUSIA MODERN (STUDI PEMIKIRAN SEYYED HOSSEIN NASR) SKRIPSI

LANGKAH PENELITIAN :
Durung tak lakoni


SUMBER DATA
PRIMER :
PENGUMPULAN DATA : durung ngerti
ANALISIS DATA : Analisis Kualitatif deskriptif wawancara




Comments

Popular posts from this blog

Monolog Balada Sumarah Karya Tentrem Lestari

Monolog Balada Sumarah Karya Tentrem Lestari SIANG ITU MATAHARI MEMBARA DI ATAS KEPALA.   DI SEBUAH SIDING PENGADILAN TERHADAP SEORANG PEREMPUAN YANG TERTUDUH TELAH MELAKUKAN PEMBUNUHAN TERHADAP MAJIKANNYA, AKU SEPERTI DIDERA UCAPANNYA.   SEPERTI DILUCUTI HINGGA TANGGAL SELURUH ATRIBUT PAKAIAN BAHKAN KULIT-KULITKU.   PEREMPUAN ITU, BERNAMA SUMARAH, TKW ASAL INDONESIA.   DINGIN DAN BEKU WAJAHNYA.   DAN MELUNCURLAH BAIT-BAIT KATA ITU : Dewan Hakim yang terhormat, sebelumnya perkenankan saya meralat ucapan jaksa, ini bukan pembelaan.   Saya tidak merasa akan melakukan pembelaan terhadap diri saya sendiri, karena ini bukan pembenaran.   Apapun yang akan saya katakana adalah hitam putih diri saya, merah biru abu-abu saya, belang loreng, gelap cahaya diri saya.   Nama saya Sumarah.   Seorang perempuan, seorang TKW, seorang pembunuh, dan seorang pesakitan.   Bena...

naskah Monolog ATAS NAMA DOA atawa SENYUM LASTRI Karya: Lintang Ismaya

Monolog ATAS NAMA DOA atawa SENYUM LASTRI Karya: Lintang Ismaya RUANG PENJARA. PESAKITAN TAMPAK TIDUR SEPERTI ANJING. DARI ATAS LANGIT-LANGIT JATUH BUKU DAN BOLPOINT MENIMPA MUKANYA. TERDENGAR SUARA SESEORANG Besok, hari terindahmu, --menghadapi duabelas regu pasukan tembak. Tulislah biografi hidupmu, biar semuanya jelas. Siapa tahu kau jadi figure yang fantastic bagi generasi mendatang? ORANG ITU TERTAWA. PESAKITAN BANGUN SECARA PERLAHAN-LAHAN. MELIHAT SEKITAR. MELIHAT KE ARAH SUMBER SUARA. MENGAMBIL BUKU DAN BOLPOINT. PESAKITAN TERTAWA LEPAS. BERNYANYI-NYANYI RIANG. SEPERTI MENULISKAN SESUATU DI DALAM BUKU TERSEBUT. Seseorang datang dan pergi di kehidupanku. Seperti angin waktu yang kerap menyimpan ribuan rahasia. Begitulah adanya hidupku. Aku terbentuk. Terpatok. Terpenjara. Terkontaminasi. Terseok-seok. Menjadi sesosok diriku. Lahir dan tumbuh, sampai akhirnya terpatri di tempat ini....

Naskah Monolog BIN

Monolog BIN Oleh : BenJon* INTERIOR RUMAH KOST. PESAWAT TELEVISI. SEBUAH KOTAK KURSI, SEKALIGUS BERFUNGSI SEBAGAI RAK BUKU. SEBUAH KOMPOR DAN CERET. DI DINDING TERGANTUNG LUKISAN MIRIP DIPONEGORO MENUNGGANG KUDA, DENGAN SEBUAH GITAR ELEKTRIK DI PUNGGUNGNYA. MALAM HARI. BIN MENGUAK DAUN JENDELA. BIN MENGELUARKAN DIKTAT. MEMBACA CEPAT TANPA SUARA, HANYA TAMPAK GERAK MULUT DAN MATANYA. BIN MEROBEK HALAMAN TERAKHIR. MENYALAKAN PEMANTIK. KERTAS ITU DIBAKAR. ABUNYA DIMASUKKAN KE DALAM GELAS. MENYEDUHNYA DENGAN AIR DARI CERET. TELUNJUKNYA MENGADUK GELAS. BIN MEMUNGGUNGI PENONTON. MENGACUNGKAN TANDA TOAST PADA LUKISAN MIRIP DIPONEGORO. LALU DENGAN GERAKAN CEPAT MENENGGAK HABIS MINUMANNYA. BIN MENYEKA TEPI BIBIRNYA. TERKEKEH BANGGA. NAMPAK GIGI DEPANNYA YANG HITAM. BIN Besok aku ujian. Lusa sudah pakai toga. Minggu depan pasti diterima kerja kantoran. Pasti itu. Pasti! Sebab gua adalah lulusan paling berbakat...